Sabtu, 11 Mei 2024

Seribu Langkah yang Belum Usai

 

Seribu Langkah yang Belum Usai
Sebuah refleksi dari perjalanan literasi yang masih diperjuangkan-

Oleh : Nuril Azizah

Sabtu, 16 Desember 2024

 


“...tanpa mimpi, orang seperti kita akan mati... -kata Arai pada Ikal dalam buku Sang Pemimpi halaman 143 karya Andrea Hirata

Mantra  ini, salah satu yang menemani saya menapaki  mimpi-mimpi saya hingga hari ini. 

Saya pernah diberkahi untuk dapat belajar di negeri orang, 11.000 mil jauhnya dari rumah. Belajar bertetangga di negeri tetangga yang bahasanya sama sekali asing untuk saya, menyentuh dinginnya salju untuk pertama kalinya atau merasakan teriknya musim panas yang bahkan jauh lebih panas dari kampung halaman saya serta melihat dedaunan mapel yang hijau berubah menjadi oranye saat musim gugur tiba. Ah.. yang paling menyenangkan, melihat hamparan bunga Crocus berwarna ungu saat musim semi tiba. Semuanya, selain berkah dari doa dan ridho orang tua serta guru, juga berkah dari sebuah novel karya Ahmad Fuadi  yang saya baca 12 tahun yang lalu, tepatnya ketika saya duduk di kelas 1 SMP. 

Saya ingat betul, ketika pendaftaran SD  tahun 2004 silam, saya hampir ditolak oleh pihak sekolah, selain karena umur saya yang masih dibawah 7 tahun, saya juga belum mampu membaca dan menghitung dengan baik dan benar. Namun, berkat Ibu saya yang membujuk dan meyakinkan bapak ibu guru bahwa saya akan lancar membaca setelah satu semester, akhirnya saya lolos juga. Belajar membaca bukanlah hal yang mudah bagi saya, saya seringkali mendapat pecutan ringan lantaran malas belajar atau malas membaca soal uraian yang panjang dan justru menjawab soal dengan asal. Alhasil saya seringkali mendapat teguran dari guru-guru. Singkat cerita, saya ingat waktu itu kelas 5 SD. Saya sedang bermasalah dengan teman sekelas dan membuat saya tidak punya teman bermain selama kurang lebih satu bulan. Alhasil saya sering menghabiskan waktu istirahat di perpustakaan sekolah yang usang dan berdebu. Saya menemukan satu buku cerita pertama yang saya khatamkan saat SD, saya tidak ingat judulnya namun kisahnya tentang seorang anak yang mulai beternak saliva walet dan dijadikan sumber penghasilannya. Bagi saya itu keren sekali, untuk seukuran anak SMP, tokoh utama dalam kisah tersebut mampu membuat usaha yang menguntungkan. Sejak itu, saya mulai banyak menghabiskan waktu untuk membaca buku cerita. 

Mengingat perpustakaan sekolah saya yang usang dan berdebu, dan sebab saya tak mampu membeli buku-buku dengan uang saku saya, akhirnya saya berinisiatif pindah lapak ke perpustakaan daerah kota Bondowoso. Perpustakaannya juga tak kalah usang dan berdebu, yang menandakan jarang sekali masyarakat kota Bondowoso datang menjamah buku-buku disana. Namun koleksi bukunya jauh lebih baik dari perpustakaan di sekolah saya. Saat itu, saya sudah naik kelas 7 SMP. Saya menemukan novel pertama yang saya baca, dan menjadikan saya berani bermimpi sejauh ini. Novel karya Ahmad Fuadi, yang berjudul Negeri 5 Menara, yang merupakan buku  Trilogi dari 2 judul lainnya yang saya khatamkan setelahnya, Ranah 3 Warna dan Rantau 1 Muara. Dalam novel pertamanya ini mengisahkan seorang anak bernama Alif yang sangat brilian dan cerdas, namun melanjutkan SMA ke pesantren yang notabennya belajar agama. Namun, alih-alih menjadi kolot dan jauh dari perkembangan ilmu pengetahuan, Alif jadi banyak belajar bahasa asing, menulis, membaca kitab serta khasanah kehidupan yang lain. “Man Jadda wa Jada”, pepatah arab yang tertulis di novel itu. Siapa yang bersungguh-sungguh, maka Ia akan berhasil. Selain itu, dalam novel itu menceritakan Alif yang berkeinginan kuat untuk menjelajah dunia dengan bekal yang Ia dapat dari berbahasa asing.Hal ini yang kerap saya ingat dan menjadi panutan saya bahwa orang kecil seperti saya pun boleh bermimpi jauh dan tinggi.

Saya yang masih SMP waktu itu, sangat mudah terpengaruh dan akhirnya memutuskan untuk melanjutkan SMA di Pesantren juga. Cukup klise memang, namun hal itu yang terjadi pada saya. Saya akhirnya belajar bahasa asing, melalui percakapan sederhana dan kegiatan membaca. Selain itu, saya juga akhirnya sedikit kecanduan membaca kisah-kisah spektakuler dari penulis-penulis ternama lainnya. Saya selalu menyempatkan diri untuk datang ke perpustakaan kota maupun perpustakaan sekolah. Saya mengingat buku-buku yang asik saya baca, kisah Tambelo Kembalinya Si Burung Camar karya Redhite K, atau sekuel kisah cinta Aisyah dan Fahri dalam Novel Ayat-Ayat Cinta karya Kang Abik (Habiburrahman El Shirazy), petualangan Raib dan sahabatnya di dunia paralel  dalam sekuel Bumi karangan Tere Liye, perjalanan panjang Agustinus Wibowo di negara pecahan Uni Soviet dalam bukunya yang bertajuk Garis Batas atau bahkan sekedar koran-koran harian yang kunikmati di majalah dinding sekolah. Selain itu, saya juga banyak menyukai buku-buku sejarah, khususnya sejarah manusia purba seperti buku karangan Y.N. Harari yang berjudul Sapiens: A Brief History of Humankind, atau sejarah kebudayaan islam serta sejarah kerajaan Nusantara. Kerajaan Majapahit adalah kisah favorit yang paling saya gemari.  Dari rangkaian buku yang mencekoki isi kepala saya, saya jadi berangan untuk menjadi penulis. 

Saya awali dunia kepenulisan saya dengan menulis buku diary sejak masa SMA. Saya menyimpan semua buku diary tersebut hingga hari ini. Saat ini, jika membaca ulang tulisan-tulisan diary saya ketika masa remaja itu,  saya bisa tersenyum geli mengingat tingkah saya yang banyak gaya. Selain menulis diary, akhirnya saya juga memulai menulis cerpen-cerpen sederhana, artikel, karya ilmiah, essai dan lain-lainnya. Berkat pribadi saya yang sedikit melankolis serta latar belakang pendidikan sains yang pernah saya tempuh, saya bersama dua rekan saya pernah berhasil meraih juara esai internasional yang bertajuk Love Story in 2050, The fight against Alzheimer’s disease with CRISPR-Cas9. Is it possible?. Memang bukan hal yang sangat spektakuler, namun sangat berarti bagi perkembangan menulis saya. Belakangan ini saya mencoba untuk mengelola blog pribadi saya bertajuk pengalaman-pengalaman pribadi semasa sekolah hingga saat ini, pengetahuan sains sederhana, pembelajaran Bahasa Inggris, serta cerita bersambung. Dalam salah satu mata kuliah di program profesi guru yang saya tempuh juga memberikan ruang untuk menuliskan hasil pemikirannya dalam sebuah blog. Saya cukup senang dengan hal itu karena memberikan ruang bagi saya untuk mengasah kemampuan saya. 

Melompat ke masa kini, sore ini di beranda rumah saya, saya kembali membuka diary saya yang saya tulis 10 tahun silam saat saya SMA. Saya tuliskan besar-besar di buku itu tentang keinginan saya untuk menjadi seorang penulis buku. Perjalanan panjang yang harus saya akui bahwa saya belum memberikan cukup ruang bagi diri saya untuk mengembangkan potensi menulis saya. Hal ini terbukti hingga hari ini saya belum berhasil menulis buku. Ah, sangat disayangkan. Namun hal ini menjadi penyemangat kembali bagi saya untuk meneruskan mimpi saya itu.

 


Selasa, 06 Februari 2024

 Hari demi hari terasa makin berat. Semuanya terasa berat di pikul. Kakiku rasanya semakin berat melangkah. Hari ini aku duduk di tempat lama yang baru. Tempat duduk yang biasa aku duduki beberapa tahun silam, terasa akrab walau dengan desain yang berbeda. Aroma kampus yang basah dan hijau, serta desingan suara motor mahasiswa yang berlalu lalang. Ah aku rindu masa lalu.

Dulu waktu aku masih belasan tahun, aku pernah begitu bersemangat menjalani hidup ini. Menjalin pertemanan yang menyenangkan, luntang lantung di kampus sehari semalam walau belum mandi. Semuanya terasa menyenangkan.

Hari ini, usiaku sudah nyaris  26 tahun. Ada banyak yang berubah dari diriku, kehidupanku, kebiasaanku, teman-temanku, pekerjaanku dan banyak lagi. Pada titik ini aku ingin berhenti menjalani ini semua. Aku ingin kembali ke masa lalu. Ini cukup berat bagiku saat aku bertemu teman lama yang sudah jauh lebih sukses dariku, atau teman lama yang berada di posisi yang selama ini aku inginkan. Ah itu menyebalkan.

Aku tau ini berat Nuril, aku tau kadang rasanya kakimu seperti menapak sebuah kayu yang terombang ambing di atas banjir yang tak kunjung surut. Aku tau kamu sudah bekerja sangat keras. Kamu bangun pagi untuk kuliah, PPL, belum lagi kamu haru bekerja di sore sampai malam. Apalagi saat ini, keadaaan menjadi semakin sulit karena kamu harus membagi waktumu untuk pekerjaan freelance lainnya. Kamu bahkan melewatkan makan siang, dan makan mie instan di tengah malam. Kamu bahkan sambil mengetik di laptopmu ketika meniup mie kuah panas yang kamu makan di tengah malam itu. Aku tau ini berat untukmu. Tapi Nuril, biar bagaimanapun life must go on, it's okay.

Sampai detik ini, kamu punya akal dan berkah sehat yang luar biasa. Kamu punya orang tua yang amat sangat menyanyangimu. Kamu cerdas, kamu berbakti, kamu kuat, kamu tangguh atas semua kesibukanmu. Dimana ada orang sepertimu? biarpun hidupmu belum sesukses orang-orang atau temanmu, tapi aku menyanyangimu. Aku sangat menyanyangimu Nuril Azizah. 

Selasa, 26 September 2023

Hukum Newton 1

 

Jadi, Hukum I Newton ini menjelaskan bahwa setiap benda yang diam akan tetap diam, dan setiap benda yang sedang bergerak akan terus bergerak, selama nggak ada resultan gaya yang diberikan atau bekerja pada benda tersebut.


Saat kamu sudah mulai bergerak mengejar mimpimu, bisa jadi berhenti berlari mengejar impianmu itu masih lebih sulit daripada mengejar mimpi itu sendiri. 

Kadang, keinginan kita untuk memiliki suatu hal masih lebih besar dari hal itu sendiri.

Hari ini aku berjuang siang malam, memahami soal-soal fisika dan kimia yang dulu sangat aku tidak suka. Aku belajar sampai lupa waktu. Am I just too much? haha

Idk

Rabu, 21 Juni 2023

Hiii.... this is me

 

Aku merasa aku istimewa. Aku tetap merasa aku adalah individu yang istimewa, meski aku mengingat bahwa aku tidak secantik teman-temanku, atau tidak sepandai orang lain. Aku mengingat dengan jelas bahwa aku hanya seorang gadis 25 tahun biasa, yang saat ini sedang terdampar menjadi guru bahasa Inggris di salah satu sekolah dasar swasta di kotaku. Ya, aku pun hanya seorang guru yang biasa saja. Aku juga menjalin pertemanan yang biasa saja, tidak ada pengorbanan-pengorbanan dramatis dalam sejarah pertemananku. Aku tak punya bakat yang jelas, atau bahkan kemampuan yang biasa-biasa saja, baik dalam ilmu yang aku sukai ataupun yang sedikit aku sukai. 

Kenyataanya, aku memang biasa-biasa saja. Tapi bahkan dengan mengingat itu semua, aku masih merasa diriku istimewa. Disaat-saat terburukku, saat rasanya aku sudah tidak berhasil dalam banyak hal, aku gagal melakukan ini-itu, aku masih percaya bahwa aku akan bisa meraih mimpi-mimpi besarku. Mungkin tidak sekarang, tapi entah keyakinan dari mana itu hadir, meyakinkanku bahwa aku akan meraih mimpi-mimpi itu.

Kemampuanku memang biasa-biasa saja, tapi entah kenapa aku berani bermimpi sangat jauh tinggi.

Minggu, 21 Mei 2023

3. Let God Do The Rest

 Let God Do The Rest

Beberapa hari setelah ku klik tombol send di email yang berisi berkas pendafataranku untuk seleksi Student Excahnge, aku mendapat kabar angin yang sangat sejuk, saking sejuknya aku sampai butuh jaket rasanya.

Pengumuman mahasiswa yang lolos seleksi berkas!!!

dan aku lolos!!! ah ga salah apa ya? masa bisa lolos. Tahap selanjutnya adalah interview yang akan dilakukan dalam Bahasa Inggris tentunya. Akan ada beberapa mahasiswa lain yang lolos pada tahap berkas itu, dan hanya akan diambil 1 mahasiswa saja. Persaingan yang cukup ketat.

"Fa, aku lolos tahap seleksi berkas buat yang Student Excahnge yang aku daftar tempo hari" kataku pada Ulfa di kos.

"Wahhhh... iyakah? kerennnn Bol (Nama panggilan khusus dari Ulfa untukku) !! , terus ada tes lanjutan nggak?" kejarnya

"Ada, 3 hari lagi tes interview. Tentunya pakai bahasa Inggris" jawabku

"What....? 3 hari lagi? cepet banget!!" 
"Nah itu, aku udah gak biasa ngomong Inggrisan lagi fa. Makanya 3 hari ke depan ini, bantu aku ya. Speak english to me for three days seperti waktu di pondok dulu Fa...?" 

"Siappppppp" kata Ulfa mantap.

"Bol, don't forget to be confident okay?" kata ulfa mencoba mencari topik bicara berbahasa Inggris denganku. "Confident? confident for what?" tanyaku yang tidak mengerti kenapa dia tiba-tiba memintaku untuk jadi percaya diri. 

"Ya...for the test lah" jawab Ulfa dengan dengan Bahasa Inggris lengkap dengan logat maduranya. 

"Hahaha" sontak kami berdua tertawa bersama. 

Sudah lama sekali tidak saling berbicara bahasa Inggris dengannya, jadi untuk memulai kembali agak kikuk jadinya. Tapi waktu itu Ulfa sangat membantu penyesuaian lidahku untuk terbiasa lagi mengucapkan kosa kata bahasa Inggris. 

Hari tes yang ditunggu tiba. 

Ku kenakan pakaian sopan terbaikku. Rok jeans biru yang ku beli lebaran tahun lalu, dengan stelan kemeja ungu bermotif kotak-kotak coklat muda dan jilbab ungu muda yang kuharap terlihat serasi dengan kemejaku. Aku sangat deg-degan, jantungku rasanya mau meledak, meloncat entah mau kemana. 
Aku urutan interview nomer 7. Setiap mahasiswa masuk ruang interview selama kurang lebih 10 -15 menit. Beberapa keluar dari ruangan dengan wajah pucat pasi, beberapa diantaranya keluar sambil melenggang tenang, seperti yakin sekali akan jawaban di interviewnya barusan. Duhh... aku jadi semakin deg-degan.

Peserta nomer 6 sudah keluar ruangan, giliranku sekarang!!!

Aku mengetuk pintu. "Masuk" jawab seseorang di balik pintu. Aku masuk. Ku baca solawat tiga kali dalam hati, menenangkan pikiranku.

"Assalamualaikum" sapaku

"Walaikumsalam" jawab Bu Kartika. Di ruangan itu rupanya ada tiga orang penguji. Bu Kartika sebagai penguji utama, dan di kirinya ada Bu Eva dan Bu Dwi di sisi kanan Bu Kartika. Rasanya ketiganya terlihat siap menghunuskan pedang tepat di jantungku.

"Hello Nuril. Are you ready?" sapa Bu Eva mengawali sesi interview ini.

"Yes, mam. I am ready" jawabku, yang sebenernya nggak pernah siap. 

"Okay, please introduce your self!" Pinta Bu Kartika.

"Okay, first of all,I'd like to say thanks for this opportunity.em.... My name is Nuril Azizah, I am a student of the third semester in Biology department, em.. University of Jember. em...  I am originally from Bondowoso city. em.....I have been studying biology especially Biotechnology, and I find that biotechnology is very interesting to me. em...I have been pursuing molecular biology subject as my regular subject in my major, and em.. Id love to learn more through this program" ... fyuhh. jawabku belepotan dengan logat bahasa Inggris yang tidak native. 

Pertanyaan demi pertanyaan diajukan padaku. Aku menjawabnya dengan banyak emm....emmm... yang tidak bisa ku hindari. hehe

Interview selesai.

Aku dipersilakan keluar ruangan.

Doorrr!!!! jantungku copot rasanya. kakiku lemas. tolonggg jeritku dalam hati. aku butuh mie ayam saat ini juga!!

Aku begitu deg-degan menanti hasil pengumuman, Siapakah yang akan lolos ya? apakah mungkin aku akan lolos. Pengumuman yang ditunggu-tunggu tidak kunjung datang.

Setiap malam ku kirimin Al-fatihan lengkap dengan solawatnya supaya keinginanku terkabul. Rasanya gelisah setiap hari, menunggu pengumuman itu.

"Zi... kamu sudah liat pengumumannya?" kata Mas Damara saat berpapasan denganku di parkiran sepeda ontel, kakak tingkatku yang juga mendaftar di program yang sama. 

"Pengumuman apa mas?" 

"Zi.. tetap semangat ya" kata Mas Dama. "Loh ada apa mas? kenapa memang?" tanyaku mulai berkeringat dingin. 
"Angkatanmu yang lolos buat ikut Exchange ke Jerman itu Khalid" jawabnya singkat.

sontak rasanya kakiku tidak mau lagi melanjutkan perjalanan ke kelas. 

"Oh.., kata siapa mas?" tanyaku pada Mas Damara, seolah tidak percaya. 

"Itu hasilnya di share di grup. Sudah di tempel juga di papan pengumuman"  jawabnya

"Yaudah, aku duluan ya Zi. Keep spirit" kata Mas Damara sambil berjalan pergi.

Aku segera membuka HP, mencoba mencari pengumuman di grup seperti kata Mas Damara. 

Pengunguman hasil seleksi student exchange.  Sebuah file dengan nama tersebut telah dikirim oleh Pak Sam, admin jurusan. Segera ku download file itu dan buru-buru ku buka. Dan benar, tidak ada namaku disana. Tidak se-huruf pun. Fyuh...

I'd have done my best, my very best. Then I have let God do the rest. 

Aku kecewa. 

Aku pikir akan lolos seleksi. Allah punya rencana lain. Suatu hari aku tau, bahwa pelaksanaan Student Exchange itu di Bulan Desember. Bulan yang mana semua pengurus organisasi akan sibuk dengan laporan akhir tahun, dan aku salah satu pengurus organisasi, ya meskipun hanya bawahan tingkat bawah sih hehe.

Akhirnya aku tau, kalau aku lolos tahun ini maka aku akan melewatkan tanggung jawabku di laporan pertanggung jawaban akhir tahun organisasiku. 

Alhhamdulillah, God knows better. 


Minggu, 14 Mei 2023

MOTIVATION LETTER 2018 (Go To Germany)


Hello everyone.  I have struggling to join an Exchange student program since 2018 till 2020. Here with I am want to record my motivation letter (my very first motivation letter) in this blog.

Thank you. 


MOTIVATION LETTER

          I am nuril azizah, i am a student in biology deapartment Jember university Indonesia.  I am applying  for this chance, Student exchange to Flensburg University, Germany because  I would like to improve my academic and experience by learning habitual education and culture in germany.I have a dream to become an expert in my study, biology.  I do like biology as my study cause biology tell me how a nature serves the life. I  would like to improve my knowledge and laboratory skill in biology, especially in usage of technology for biology, biotechnology . As we know how education atmosphere in europe which has a high standard in study and innovation, that what i really want to learn more about. Joining a student exchange is a n excellent step to reach my dream.   I do like make a friend, especially with foreign to do  cultural exchanges such as learning habitual life, new langguage, transfering knowledge and another activities that can improve my skill and my personality. Indonesia has a thousands  citizen, who a part of them are academical, who know more about what education for. But, in the fact Indonesian still has a low innovation to fullfill what the people need. I assume that it’s caused Indonesian has no good enough personality in science and advance. I think, cultural exchange would help me to understand how european having a personality  for science advancing.  That’s all above are my reason , so here i am giving a try to myself to be a part of this program.

           I am a girl who do like learning  ang having a high enthusiastic about  usage and  development  science. I have an ability to transfer my knowledge, and i do like it. I am having a small study grup in my class that i create it myself to be a my media  to transfer my knowledge and also help my friends who are little bit difficult to undersand the lecture. I may have no an excellent talent, and i realize it. Then it makes me must work harder and keep trying always to reach what i want, and i am in the habbit of it, work hard.  I am a hard worker.

          Since i was junior high school i used to join a science competition, but after year by year I didn’t get a champion. Till in the last year of my senior high school i kept trying to join a science competition, and unpredictable thing happened, I got the first winner for science competition. Since that, i truly know the power of struggle.  For addition,  I like writting. Writting a diary and also a science project. Eventhough  i really know my wrtting is not good as a writter’s, but i consistenly doing it and keep trying to be a good writer.

          I would like to apply student exchange to germany to be a delegate for my biology department Jember University. It is an extraordinary chance for me if i am choosed as the delegation of my department. After  joining this program, i would back to my country, especially biology department to transfer what i would have gotten in germany to my friends in Indonesia. So, there will be more people who can improve and develop science and having a good personality. for all above i told,  i am sure to be a participant of this program.

 


2. Germany series : Abstrak penelitian???

 

Abstrak penelitian???




Koridor lantai dua begitu riuh dengan kerumunan mahasiswa yang mengerumuni papan penguguman. Beberapa terlihat bersemangat dan beberapa tampak lesu setelah melihat pengumuman. Aku segera bergegas mendekati kerumunan. Ternyata pengumuman yang sedang dipajang adalah perihal akan adanya seleksi Student Exchange yang diumumkan oleh Bu Kartika beberapa hari lalu. Aku segera menyelinap diantara kerumunan itu demi membaca detail informasi itu dengan lebih baik. Ku telaah satu-demi satu kalimat disana, tertulis beberapa syarat yang harus dipenuhi pada tahap seleksi berkas. Diantaranya adalah Transkrip nilai dengan minimal IPK 3.25, motivation letter, curriculum vitae, sertifikat TOEFL jika ada, paspor jika ada, dan abstrak penilitian. 

Alamakkkk.... banyak sekali. Penelitian??? mana punya aku penelitian, aku kan masih semester 3.  Aku jadi tau alasan kenapa beberapa mahasiswa yang baru saja membaca pengumuman jadi lemas lesu tak berdaya... fyuhh..

Dengan durasi waktu hanya seminggu, mana mungkin aku bisa membuat penelitian? itu jelas tidak mungkin. yahh... dengan berat hati akhirnya aku harus mengurungkan niatku untuk mendaftar pada kesempatan itu. 

Aku akhirnya memutuskan untuk masuk kelas dengan suasana hati yang tidak karuan, sambil menimang-nimang siapa ya yang mampu lolos di seleksi Student Exchange itu? apakah si Fulan atau si Fulanah? hmmmm...

H-3 pendaftaran Student Exchange itu akan ditutup. Aku tidak tau siapa saja temanku atau kakak angkatan yang sudah mendaftar. Yang jelas, aku tidak mendaftar. 

 "Mahasiswa penempuh Biomol, utamanya dari angkatan 2016 kok tidak ada yang mendaftar seleksi Student Exchange" tanya Bu Kartika agak jengkel saat sedang mengajar mata kuliah Biomol. 

Kami terdiam dengan pertanyaan itu. Bagaimana mau daftar Bu, kami semua kan belum ada yang melakukan penelitian, gimana mau buat abstrak. belum lagi paspor dan TOEFL jelas belum aku kantongi, jawabku dalam hati. Tak berani menyampaikan hal itu secara langsung. 

"Ngapunten (Permisi dalam Bahasa Jawa) Bu Kartika, saya mau tanya. Perihal dengan abstrak penelitian niku pripun nggeh Bu, karena sebagian besar kami belum melakukan penelitian Bu?"  tanya seorang mahasiswa, entah siapa. 

Ya Allah... Alhamdulillah ada yang nanyain pertanyaanku, hehe

"Untuk abstrak penelitian itu, khusus mahasiswa 2016 yang boleh meresume jurnal saja. Jurnal Internasional yang topiknya berkaitan dengan bioteknologi" Jelas Bu Kartika.

Whatt?? Resume jurnal? berarti tidak perlu penelitian

tanyaku dalam hati seolah tidak percaya. YESSSS.  Kalo begitu kan aku bisa usahakan untuk daftar juga.

"Taaapi... ini sudah H-2 penutupan seleksi, sedangkan aku belum siap-siap apapun, mana aku juga tidak punya laptop untuk membuat CV dan motivation letter... huhuhu"

"Ah sudahlah gampang, nanti pinjam punya teman kos"

sepulang dari kampus aku segera pulang ke kos, berharap bisa meminjam laptop Ulfa, teman sekamarku. Tapi sesampainya di kos ternyata Ulfa sedang mengerjakan tugas, yang jelas sedang menggunakan laptopnya. Akhirnya ku urungkan niatku untuk meminjam laptop dia. Aku berencana untuk bangun tengah malam saat dia sudah tidur sehigga aku bisa pinjam laptiopnya.

Selagi Ulfa masih mengerjakan tugas, aku segera berbenah dan tidur. Berharap alarmku mampu membangunkanku jam 1 malam nanti. 

Tringgg... tringg.... alarmku berteriak-teriak membangunkanku. Aku terbangun, tapi hanya untuk mematikan alarmku dan melanjutkan tidur. Lupa bahwa aku punya janji ketemuan dengan Laptop Ulfa. 

Paginya saat bangun subuh aku tak hentinya mengutuki diriku kenapa aku tidur lagi sih, huhhh. sekarang sudah H-1 penutupan seleksi Student Exchange. Aduhh gimana kalo aku tidak nutut mau daftar. Laptop Ulfa juga jelas akan di bawa ke kampus untuk kuliah, ya sudahlah aku pasrah saja.

Aku bersiap-siap ke kampus. Disela-sela jam kuliah aku sempatkan browsing menggunakan HP evercrossku yang sudah butut itu untuk mencari informasi bagaimana cara membuat CV dan motivation letter, serta mencari-cari jurnal yang akan aku resume. Barangkali nanti malam aku masih bisa kejar deadline, pikirku. 

Akhirnya aku sudah dapat jurnal yang akan aku resume, aku buat resumenya di kertas dulu. Diketiknya bisa nanti. 

Seusai jam kuliah terakhir, aku segera pulang ke kos. Berharap bisa meminjam laptop Ulfa, dan setibanya di kos, syukurlah ternyata Ulfa sedang rebahan main HP.

"Fa..., boleh aku pinjem laptop?"tanyaku.
"Pakek aja, passwordnya tau kan?"tanya Ulfa sekedarnya barangkali aku lupa pasword dia, hehe mana mungkin aku lupa, lha udah sangat sering pinjam laptop :)

Semoga suatu hari nanti aku bisa nabung sendiri buat beli laptop, Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad.  bisikku dalam hati

Aku segera mengetik hasil resume jurnalku tadi siang, tentunya harus dalam bahasa Inggris. CV dan motivation letterku juga harus dalam Bahasa Inggris.

Aku sangat bersyukur, meskipun kemampuan bahasa Inggrisku masih sangat minim, tapi pengalamaku tinggal di asarama bilingual ketika mondok dulu sangat terpakai saat ini. 

Resume selesai .

Curriculum vitae selesai.

Tinggal motivation letter. Aku memutar otak bagaimana cara membuat motivation letter yang baik. Aku belum pernah membuatnya selama ini. Ku baca contoh-contoh yang ada di internet, menonton youtube tentang motivation letter yang baik. 

Sudah jam 10 malam. Monitorku masih kosong, menyisakan halaman blank document dengan kursor jomblo yang berkedip-kedip sendiri di pojok kiri atas. Sedang jam 12 malam adalah terakhir pengumpulan berkas. Duh...

Aku ketik semua yang bisa aku ketik, berberkal materi yang baru saja aku baca di internet. 

My name is Nuril Azizah. I am 19 years old, I was born in Bondowoso.  Ketikanku berhenti, kemudian ku delete kalimat yang sudah ku ketik.

I am Nuril Azizah, a biology student from Jember University, aku mengetik kalimat baru yang serupa. 

ku delete lagi. ku ketik lagi. ku delete lagi. ku ketik lagi...

Jam setengah 12 malam, akhirnya motivation letter abal-abal ku selesai. 

Ku baca ulang, banyak sekali typo nya. Aku habiskan waktu yang tersisa untuk proof reading  dan menggabungkan semua file yang sudah siap, termasuk transkrip nilaiku. Waktu itu IPK ku 3.4, tidak terlalu jauh dari batas minimal IPK pendaftaran, hehe.

Combine. Compress. Done!

Aku kirimkan berkas pendaftaranku via email. 

Tinggal menunggu hasilnya.

Just do the best, and let God do the rest.

Aku tidur dengan perasaan deg degan, apakah aku bisa lolos ya? hmmm

 To be continued...........



Juni dan Rasa Lelah

  Rabu, 4 Juni 2025. Hai, ada kalanya aku lelah menjadi guru di sekolah. Aku lelah mengajar di kelas. Aku tidak bersemangat untuk bangun pag...